Beranda Advertorial Bupati Wajo silaturahim dengan Pedagang Pasar Sentral Sengkang.

Bupati Wajo silaturahim dengan Pedagang Pasar Sentral Sengkang.

6
BERBAGI

Selesai melaksanakan shalat Jumat di Masjid At Taubah, Bupati Wajo bersilaturahim dengan pedagang Pasar Sentral Sengkang di lokasi Masjid At Taubah, Jumat 4 Oktober 2019.

Anggota DPRD Kabupaten Wajo Ir. H. Sudirman Meru yang menjadi pembicara dalam acara ini mempersilahkan kepada Sudirman Beddu selaku pengurus Masjid At Taubah untuk menyampaikan sambutan penerimaannya kepada Bupati Wajo dimana dia juga selaku yang mewakili dari masyarakat pedagang pasar Sentral Sengkang.

Sudirman Beddu dalam penyambutannya mengatakan bahwa merupakan kebahagiaan tersendiri pada dia, sebagai masyarakat pedagang pasar Sentral Sengkang atas kedatangan Bupati Wajo di tempat ini, dan mohon maaf bila dalam penyambutan ini ada kesilapan.

“Harapan kami kedepannya selaku masyarakat penjual di pasar sentral kepada Bapak Bupati, semoga Pasar Sentral Sengkang ini dapat kami tempati menjual sampai pada akhir izin HGB, yang kami sepakati pada pemerintahan yang dulu.

Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos. M.Si menyampaikan bahwa, Alhamdulillah dapat bertemu dan menyambung rasa dengan para Pedagang Pasar Sentral Sengkang, dan menjelaskan apa yang menjadi cita-citanya, untuk membangun daerah Wajo.

“Apa menjadi visi dan misi kami lima tahun kedepan ini, terbungkus dalam sebuah cita-cita, ingin menghadirkan pemerintahan yang amanah menuju Wajo yang maju dan sejahtera,” jelas Bupati Wajo.

“Pemerintah yang amanah adalah pemerintah yang memiliki kredibilitas, akuntabilitas dan transparansi, intinya bagaimana menghadirkan pemerintahan yang baik utamanya pemerintah yang bersih sehingga kita bisa membawa daerah kita ini, maju dalam segala aspek, maju layanan, maju ekonominya serta sarana dan prasarananya dan inilah tugas kami kedepannya,” Bupati Wajo menambahkan.

Dan dikatakan kalau yang pertama ingin diselesaikan adalah layanan, yang bisa selesai di Kecamatan supaya selesai di sana, yang bisa selesai di desa, bisa selesai di sana juga, juga terkait perizinan kalau bisa selesai di Kecamatan selesaikan di sana, bahkan ada urusan yang nantinya bisa selesai hanya melalui handphone.

“Kita ingin memajukan perekonomian kita, pasar ini tidak bisa ramai, dan tidak mungkin ekonomi bergerak, kalau perekonomian juga tidak bisa kita majukan, kami ingin dalam 25 program kami, salah satu diantaranya, ingin pendapatan perkapita masyarakat kita dari 30 juta pertahun, bisa bergerak menjadi 60 juta pertahun, dan tentu ini perlu kerja keras membangun sektor ekonomi agar pertumbuhan ekonomi kita bisa bergerak,” harap Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

“Kita akan upayakan berbagai usaha agar pertumbuhan ekonomi kita bisa naik 5% karena di tahun lalu pertumbuhan ekonomi kita hanya 1,7%,” Bupati Wajo menambahkan.

Dan dikatakan kalau pendapatan masyarakat kebanyakan dari sektor pertanian, makanya dia ingin menggenjot sektor pertanian, agar pendapatan masyarakat di pertanian bergerak maju, demikian juga di sektor perdagangan dan lainnya.

Dan dikatakan kalau tidak mungkin Pasar ramai kalau masyarakat pedesaan tidak punya penghasilan, sekarang ini bagaimana air bisa masuk ke pertanian pertanian, sekarang ini hadir program serasi yaitu selamatkan Rawa sejahterakan petani.

Juga akan memperjuangkan bagaimana air di Danau Tempe, dengan memanfaatkan air yang melimpah ini bisa termanfaatkan naik kebulu Cepo dan bisa mengaliri sawah sampai 20.000 hektar dan luas sawah di Wajo sekitar 100.000 hektar, dan ini baru 30% beririgasi teknis sisanya 70% hanya menunggu air hujan dan ini yang mau dibalik.

Kalau ini terjadi, tidak bisa bayangkan tingkat daya beli masyarakat, kalau uang itu bisa masuk ke kantong kantong masyarakat kita, termasuk juga sektor yang akan dibenahi beriringan dengan hal diatas, yaitu sektor Pariwisata.

“Dan ini diharapkan bisa melebihi sektor pertanian kita, sehingga orang bisa datang berbondong-bondong ke sini membawa uang, menginap pasti keluarkan uang, makan dan beli oleh-oleh juga pasti mengeluarkan uang, makanya kita ingin membangun ikon wisata, kota religi yaitu pembangunan Masjid Cantik dan akan menjadi pintu masuk di destinasi wisata terpadu internasional supaya ada juga kebanggaan masyarakat Wajo,” ungkap Bupati Wajo.

“Kita mau membangun destinasi wisata yang tidak jauh dari karakteristik masyarakat Kabupaten Wajo, makanya kita ingin membangun pariwisata yang religi, yang Islami kita bangun sebagai ikon,” Dr. H. Amran Mahmud menambahkan.

Dikatakan kalau semua itu butuh kerja keras, Kota juga harus ditata, juga ingin mengembangkan kota ini menjadi Kota modern, sehingga jangan begini begini terus.

Dikatakan juga, kalau apa yang diharapkan Pak Sudirman Beddu, kalau akan tetap nantinya bersama sama dilakukan kajian stability studi, menghitung hitung, seperti apa, kalau memang nantinya ini bergerak dan jika ini belum siap, nanti kita kewalahan, jelasnya.

“Makanya kami benahi dulu jalur dua, saya targetkan di jalur dua ini, jalanannya bersih rapi, taman tamannya cantik, Amesangeng masuk Atakkae juga ingin kita Rapikan, semuanya akan bergerak beriringan,” ungkap Bupati Wajo.

Demikian juga Danau Tempe nanti ada destinasi wisata terpadu internasional yang pintu gerbangnya melalui gerbang Masjid Cantik serta jembatan yang indah nanti direncanakan, dimana Kami sudah rapatkan tadi malam di Makassar, karena sudah ada dana awal yang terhimpun.

“Terkait masukan dari Pak Sudirman Beddu, kita akan lakukan kajian kajian bersama, kalau memungkinkan, apa salahnya ketika ada tempat yang lebih modern, tempat yang lebih presentatif, dengan kesepakatan kita bersama-sama tentunya,” ungkap Bupati Wajo.

Dikatakan juga kalau program mencetak 10.000 wirausaha baru atau entrepreneur baru, coba cari daerah-daerah yang maju dan berkembang sekarang ini, pasti di sana dikuasai oleh pengusaha atau entrepreneur yang kreatif dan inovatif.

“Kami bercita-cita, bagaimana daerah kita ini bisa jadi daerah grosir, dimana orang datang berbelanja untuk dibawa ke kampungnya, yang ini tentunya melalui kajian-kajian dan hitung hitungan dan pastinya juga akan mendengar masukan dari bapak ibu para pedagang pelaku ekonomi, sehingga kita bisa maju,” harap Bupati Wajo.

Dan dikatakan kalau sektor jalanan akan diperbaiki semuanya, target kami 5 tahun kedepan baru tercapai, karena semuanya bertahap, jadi sabar saja kalau masih banyak jalan yang berlubang, karena harus bertahap dalam perbaikan.

“Semua ini bisa terlaksana ketika ada kekompakan dari kita semua, bahu membahu, jangan mudah mendengar isu isu , karena sekarang ini era di media sosial ini memang zamannya banyak hoax, dan kami mohon maaf bila dalam pemerintahan kami yang sudah 7 bulan berjalan, masih ada kekurangan, karena kami masih berbenah dan jaga suasana agar tetap kondusif, sehingga Insya Allah, daerah kita ini bisa jadi daerah yang kita banggakan bersama,” tutup Bupati Wajo diakhir sambutannya.

Hadir juga dalam acara ini anggota DPRD Kabupaten Wajo H. Irfan Saputra, dan Sekretaris DPRD Kabupaten Wajo, Kabag Humas Pemkab Wajo beserta para Pedagang Pasar Sentral Sengkang.

( Humas Pemkab Wajo ).