Beranda DAERAH Gedung Pusat  Ole-ole Khas Luwu Timur Tidak Terurus

Gedung Pusat  Ole-ole Khas Luwu Timur Tidak Terurus

16
BERBAGI

Gedung Pusat  Ole-ole Khas Luwu Timur Tidak Terurus

MALILI,Kabardaerah.com- Kondisi bangunan pusat oleh-oleh khas daerah Luwu Timur yang terletak di pintu gerbang kota Malili sanfat memprihatinkan dan terkesan tidak terurus.
Investigasi yang dilakukan wartawan Kabardaerah.com di lokasi bangunan tersebut, selasa(30/07) terlihat kondisi bangunan yang  terbengkalai dan kumuh, rumput liar mulai tumbuh subur di halaman bangunan senilai 400 jutaan tersebut. Bahkan sejumlah   fasilitasnya sudah tidak berfungsi dan berantakan.

Bangunan tersebut terakhir kali digunakan sebagai sekretariat panitia Porseni PGRI se Sulawesi Selatan , beberapa waktu lalu, setelah itu tidak lagi diurus. Secara tanggung jawab, bangunan ini dibawah pengawasan  Dinas koperindag Kab.Luwu Timur.

Sebelumnya, bangunan tersebut pernah difungsikan Pemeritah Kabupaten Luwu Timur, melakui Dinas Koperindag dengan beberapa KUKM setempat, namun tidak betlangsung lama, sekarang tidak ada lagi, mungkin sepi dari konsumen akhirnya bubar semua beserta UKM.

Dikonfirmasi Kabid  Perdagangan, Kab.Luwu Timur  Andi Tenriawaru.  menjelaskan, sekarang kita akan berjasama dengan masyarakat lokal yang akan bersedia, karena Bumdes Desa Ussu mau mengelola tempat tersebut.

“Kita sudah ada menerima proposal Bumdes Desa Ussu, tingkal menindak lajuti,  dan juga menuggu tambahan, kalau tidak salah memang kurang lebih empat itu tidak di funsikan,” kata Suherti di ruang kerjanya.

Kepala Dinas Koperindag, Dra Rosmiyati Alwi, MM. membenarkan dan mendukung kegiatan Bumdes Desa Ussu tersebut, pasalnya, selain memberdayakan masyarakat lokal dan membuka lapangan kerja baru.

“Sudah lama kami ingin berjasam dengan siapa saja untuk menhidupkan kembali bangunan disana, dan ini salah satu PR kita kedepannya, ungkap Romiyati Alwi.

Lanjutnya lagi, soalnya  baru tahun 2017 lalu saya disini, jadi memang banyak PR yang harus saya harus selesaikan, jelasnya kepada, media kami setelah mempertanyakan beberapa pasar yang juga terbengkalai.

Sekedar diketahui bahwa Bundes Desa Ussu, yaitu Bumdes Mattimpa (pembuka).

“Jadi memang cocok tawwa Bumdes Mattimpa disitu karena pintu gerbanganya Kota kalau masuk Kota malili, Pemerintah Luwu Timur, ungkap Muammar Muklis salah satu warga ussu. (ANTO/YUL)