Beranda DAERAH Kab. Soppeng Kakanwil Launching “NGOPI” Di Lejja’

Kakanwil Launching “NGOPI” Di Lejja’

45
BERBAGI

 

SulSel Kabardaerah.com – Soppeng Pegunungan, Jalan Berliku liku, Pohon lebat, Jauh dari pusat Keramaian, tapi menyuguhkan pemandangan indah, merupakan deskripsi yang bisa menggambarkan perjalanan menuju lokasi pelaksanaan kegiatan yang digelar oleh Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kemenag Kab. Soppeng. LEJJA’ itulah nama Tempatnya.

Kawasan yang sudah dikenal dengan wisata permandian air panasnya ini dipilih menjadi lokasi pelaksanaan Acara, agar peserta bisa rileks dalam keseriusannya mengikuti kegiatan, kata A. Barlianti Dulung selaku Kepala Seksi PAIS Kemenag Kab. Soppeng.

A. Barlian sapaan akrabnya, tidak tanggung tanggung menggelqr kegiatan ini, karena menghadirkan langsung Ka.Kanwil Kemenag Prov. Sulsel, Kabid PAIS Kanwil, Para Kepala Seksi PAIS se Sulsel, dan Ratusan Guru PAI dari MGMP, KKG se Sulsel untuk “NGOPI” bersama di Hakata Resort Lejja. (Sabtu, 18 Maret 2018)

NGOPI disini bukan minum kopi, Tapi merupakan singkatan dari Ngobrol Pendidikan Islam, salah satu dari 11 program prioritas yang di Direct langsung oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin di Tahun 2018 ini, yang salah satu tujuannya adalah diharapkan bisa melahirkan pemikiran konstruktif dan inovatif bagi perkembangan dan peningkatan program Pendidikan Agama Islam di masa yang akan datang termasuk bagaimana meningkatkan kualitas Guru Pendidikan Islam.

Kakanwil Kementerian Agama Prov. Sulsel Dr. H. Abd. Wahid Thahir, M.Ag setelah me-launching NGOPI menyampaikan bahwa Ngobrol itu identik dengan percakapan serius tapi santai dua arah, ada saling keterbukaan dan dialog didalamnya dan ada banyak solusi bisa diperoleh, Kedepan program NGOPI ini diperluas cakupan stakeholdernya, bukan hanya lingkup intern kementerian Agama tapi kita melibatkan unsur eksternal seperti pemprov, Pemda atau Pemkot, Dinas Pendidikan, Legislatif, dan pimpinan lembaga keagamaan termasuk orangtua anak didik kita, supaya target dan capaiannya bisa lebih kena sasaran.

Dalam dialog yang di gelar dengan model Talkshow sejumlah ide, gagasan dan pembahasan terkait masalah seputar Pendidikan Agama Islam berkembang di forum Ngopi, salah satunya yaitu Bahwa Sebagai Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) hal pertama yang harus dituntaskan secara pribadi dan kelembagaan adalah bagaimana merubah dan memperbaiki maindseat kita sebagai Tenaga Pendidik khususnya bidang PAI agar paradigma awal dalam melaksanakan tanggungjawabnya bukan berorientasi pada sesuatu yang semata sifatnya pragmatis, mengajar hanya untuk dapat gaji, mengajar asal gugur kewajiban misalnya, akan tetapi lebih besar dari itu, yakni bagaimana meluruskan bahwa tugas utama kita sesungguhnya adalah menciptakan dan membentuk generasi Sukses Dunia Akhirat yang disamping berwawasan luas juga berakhlakul karimah dan membawa kemaslahatan bagi umat.

Selain itu, seorang guru PAI juga harus Ikhlas dalam melaksanakan tugas, karena salah satu kunci terserapnya ilmu dan suksesnya proses transfer pengetahuan ke anak didik adalah keikhlasan dalam mengajar.

Tuntas dari paradigma awal tersebut, maka jenjang selanjutnya adalah Bagaimana menjadi Guru PAI yang berkualitas dan update perkembangan zaman. Karenanya Guru PAI itu harus berprinsip Pantang Mengajar sebelum Belajar, jadi tidak ada kata berhenti belajar. Lalu Ajarkanlah anak didik kita sesuai zamannya, jangan paksakan anak didik kita sesuai zaman kita (guru).

Guru PAI di zaman now harus pintar berinovasi khususnya dalam hal metodologi pembelajaran yang berbasis IT,

Kurangnya jam pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah, disinyalir menjadi salahsatu sebab kurang maksimalnya pembinaan keagamaan kepada anak didik, maka direkomendasikan Penambahan jam pelajaran bagi mata pelajaran PAI kepada anak didik utamanya menjelang USBN dan UNBK

Dalam dialog yang berlangsung sampai dini hari ini, Peserta bersepakat untuk menghindarkan dan menjauhkan anak didik kita dari paham Radikal khususnya yg mengatasnamakan agama

Perlu diagendakan ada forum khusus yang mempertemukan antara Guru Guru PAI di sebuah sekolah dengan orangtua siswa untuk membincangkan dan mengkomunikasikan perkembangan masalah anak didik di bidang keagamaan yang tujuan utamanya adalah bagaimana melibatkan orang tua dalam membina dan mengawasi anaknya diluar jam sekolah.(KD/SPD)

loading...