Beranda DAERAH Kota Makassar Kakanwil Minta Data Guru Tidak Ada Yang Terabaikan

Kakanwil Minta Data Guru Tidak Ada Yang Terabaikan

35
BERBAGI

 

SulSel Kabardaerah.com – Makassar Bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan Keterampilan SDM Pengelola Simpatika, serta untuk mencari solusi seputar permasalahan Aplikasi ini, Bidang Pendidikan Madrasah melalui Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Kanwil Kemenag Sulsel menggelar Kegiatan Sinkronisasi Aplikasi Simpatika Tahun 2018.

Acara yang berlangsung di hotel Wisata UIT jalan Haji Bau mulai tanggal 18 – 20 April 2018 ini diikuti oleh 60 orang peserta yang terdiri dari Para Operator Simpatika di Kemenag Kab. Kota, Madrasah dan Kanwil Kemenag Prov. Sulsel, Papar H. Wahyuddin Hakim selaku Kepala Seksi PTK dan penanggungjawab Kegiatan. Tampak pula Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Hj. Yuspiani dan para Kepala Seksinya.

Kakanwil Kemenag Prov. Sulsel Dr. H. Wahid Thahir, M.Ag, mengawali Sambutan pembukaannya dengan menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada para Peserta. Beliau menjuluki para Operator Simpatika sebagai pejuang pejuang pendidikan, karena nasib tenaga pendidik kita sangat tergantung dari seberapa profesional operator Aplikasi Simpatika bekerja.

Sekedar informasi, Aplikasi SIMPATIKA (Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemenag) merupakan Sistem Online Pengendalian dan Pengawasan Internal PTK Kemenag, merupakan lanjutan dari program Padamu Negeri yang dirintis oleh Kemdikbud sejak 20 Mei 2013 hingga Juni 2015. Mulai 17 Agustus 2015, Kemenag mengembangkan secara mandiri Layanan SIM PTK Online berbasis sistem SIAP Padamu Negeri bekerjasama dengan PT. Telkom Indonesia.

Melalui Layanan SIMPATIKA, Kemenag mengembangkan beragam program kerja untuk kepentingan PTK Kemenag, meliputi: Digitalisasi Portofolio PTK, Bantuan/Beasiswa PTK, Tunjangan PTK, Diklat PTK, Sertifikasi PTK, Pemetaan Mutu PTK, VerVal NRG, VerVal Inpassing, NPK, Alih Tugas Tambahan, SKMT & SKBK Online, Seleksi Sertifikasi Guru Kemenag, Registrasi UKG, eTunjangan, Tata Kelola Pengawas, ePKB (tindak lanjut hasil UKG), dan beragam program lainnya.

Proses transaksi data pada Layanan SIMPATIKA akan melibatkan secara berjenjang mulai dari individu PTK, Pimpinan Madrasah/Sekolah, Kantor Kemenag Kab/Kota, Kantor Wilayah Kemenag Provinsi, hingga Unit-Unit Kerja Kemenag Pusat dengan terpadu.

Lebih lanjut, Kakanwil juga berpesan agar Jangan lagi data guru yang tidak terentry dan terabaikan, agar pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang selama ini dikenal dengan tunjangan sertifikasi Guru tidak lagi terhutang atau malah tidak terbayarkan, karena sangat kasihan bila hanya gara gara kekeliruan atau kealfaan satu digit.atau satu item data saja, hak mereka tidak bisa terpenuhi, pesan Kakanwil serius.

Kakanwil juga menginformasikan bahwa Kementerian Agama saat ini memperjuangkan juga peningkatan kesejahteraan para operator Aplikasi kita di Madrasah, jangan sampai guru gurunya sudah sejahtera tapi operatornya masih gigit jari. Termasuk bagaimana operator kita bisa diakomodir menjadi PNS bagi yang masih honorer, dan doakan perjuangan kita ini bisa sukses, ucap Beliau yang diamini oleh seluruh peserta.

Karena logikanya Ketika kesejahteraan meningkat, maka diharapkan motivasi kerjanya juga meningkat, Kata Kakanwil yang dulunya merintis karier dari Guru Madrasah. (Wrd/Ida)

Dilaporkan oleh :
Mawardy Siradj/Safrida S Fabanyu