Beranda DAERAH Kota Parepare Taufan: Saya Yakin di Atas Rp30 M, Ditambah PAD Naik 120 Persen

Taufan: Saya Yakin di Atas Rp30 M, Ditambah PAD Naik 120 Persen

33
BERBAGI

 

SulSel Kabardaerah.com – PAREPARE — Raihan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari hasil pemeriksaan laporan keuangan pemerintah daerah oleh BPK RI, bukan sekadar prestise.

Tapi itu akan membuat kepercayaan pemerintah pusat semakin besar kepada daerah.

Dan imbasnya, pemerintah pusat akan memberikan reward berupa Dana Insentif Daerah (DID) yang menembus miliaran.

Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe yang kini tengah cuti Pilkada mengatakan, raihan WTP ketiga kalinya secara beruntun ini akan mengkristalkan kepercayaan pemerintah pusat kepada Parepare.

“Ini akan memudahkan saya meyakinkan pemerintah pusat untuk mendapatkan anggaran-anggaran yang menguatkan pembangunan daerah,” kata Taufan Pawe (TP), Sabtu, 14 April 2018.

Taufan mengungkapkan, setiap daerah yang meraih WTP mendapatkan reward berupa DID.

Di tahun pertama Parepare meraih WTP mendapatkan DID senilai Rp7,6 miliar. Di tahun kedua meraih WTP, DID meningkat menjadi Rp25 miliar.
Nah, di tahun ketiga WTP ini bakal lebih meningkat.

“Saya yakin kali ini di atas Rp30 miliar. Dan yang membanggakan pengelolaan keuangan daerah kita elegan, karena berbanding lurus dengan peningkatan PAD,” beber Taufan.

Taufan mengaku mewarisi PAD atau pendapatan asli daerah yang hanya Rp60 miliar, namun empat tahun pemerintahannya PAD itu naik signifikan hingga mencapai Rp140 miliar. PAD yang meningkat 120 persen ini adalah satu-satunya di Indonesia.

“Jadi WTP ini bukan sembarang simbol, tapi merupakan simbol bergengsi dan menjadi kebanggaan setiap daerah,” tegas Taufan.

Nilai plus lainnya bagi Parepare, karena menjadi yang tercepat menyerahkan dokumen laporan keuangan daerah ke BPK. Hasilnya, Parepare juga menjadi yang pertama di Sulsel meraih predikat opini WTP.

“Jadi saat cuti kampanye pun saya tetap pikirkan daerah dan masyarakat saya. Saya berkomitmen sebelum cuti kampanye harus serahkan dokumen laporan keuangan. Hasilnya, Parepare yang tercepat, daerah lain biasanya akhir Maret. Bahkan ini baru ada yang menyerahkan dokumen laporan keuangannya,” tandas Taufan yang berlatar belakang profesional hukum.

(Laporan: Andi Udin)