Beranda HEADLINE Telah Ditemukan Situs Melek Zaman Kerajaan Kuno Di Daerah Sukorejo -Situbondo (Pedulikah...

Telah Ditemukan Situs Melek Zaman Kerajaan Kuno Di Daerah Sukorejo -Situbondo (Pedulikah Pemerintah Setempat?)

200
BERBAGI

Wawancara yang dilakukan melalui telpon  oleh jurnalis bentang khatulistiwa news yang sekaligus pimpinan redaksi kabar daerah.com  (sulsel) tentang informasi penemuan situs purbakala kerajaan blumbangan /blambangan banyuwangi karena melihat daerah tersebut dekat dengan banyuwangi.

Dari perbincangan melalui telpon jurnalis BKnews/KD.com akan menyusun redaksinya  guna lebih tertata beritanya. Sambil menutup telpon mengakhiri wawancara live jumat 26/01/2018

Aktifitas penambangan liar di situs Melek Dukuh Melek, Dusun Krajan, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo pada Jumat (26/1) siang terhenti. Pasalnya, pihak penambang telah mendengar kabar kedatangan para aktivis yang tergabung dalam LSM yang datang dari Lumajang dan Jember.

Para aktivis itu terdiri dari LSM Gempar (Gerakan Masyarakat Peduli Pesisir) Lumajang 2 orang, Bhattara Saptaprabhu Jember 4 orang, LSM Wirabhumi Situbondo 3 orang, MPPM (Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit) Timur 1 orang, DANG ACARYA 2 orang, Mabes Kreatif Besuki 1 orang.

Menurut seorang warga yang enggan disebut namanya, alat berat penambang masih beraktifitas pada pagi harinya.
“Tadi pagi iya masih ada pak, tapi gak tau kenapa terus keluar dari sini, ” katanya pada BK News. Penemuan lokasi situs bersejarah itu ternyata di area penambang pasir liar.Diduga, para penambang kabur setelah mendengar rencana kedatangan BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya. Jawa Timur)Jatim didampingi para LSM lingkungan hidup dan cagar budaya.

Kehadiran mereka sempat meminta pengawalan pihak kepolisian yaitu Polsek Banyuputih. Sekitar pukul 2 siang, para aktivis dan BPCB berkoordinasi dan memberikan informasi dari data ESDM Jatim bahwa area situs Melek tidak berizin.

Salah satu aktivis Gempar , Mansyur Hidayat menegaskan perihal konfirmasi tersebut.
“Pertambangan di Melek dari database ESDM tidak ada. Jadi ini jelas ilegal dan penegak hukum harus menghentikan aktifitas ini secara total,” tegasnya.

Senada dengan Mansyur, Taufik Hidayat dari LSM Wirabhumi meminta aktivitas di situs cagar budaya yang sudah diregistrasi tersebut penghentiannya dikongkritkan.

“Jika penegak hukum serius dan ini jelas tak berizin, seharusnya di lokasi diberi police line.Dengan begitu situs terselamatkan,” harapnya.

Sementara itu Kapolsek Banyuputih, Iptu Bambang Irianto di hadapan para aktivis menyatakan tidak tahu perihal perizinan penambangan tersebut.

“Ya, kami tidak tahu kalo di sana ada penambangan, bagaimana kebijakan sebelumnya, karena saya baru di sini, ” ucap kapolsek.

Dihubungi terpisah , Kades Sumberejo Saruji mengatakan wa penambangan pasir dan batu di Dukuh Melik, Dusun Krajan, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, statusnya tidak berijin.

“Tak ada. Di mana ada ijin tambang di situ (Melek, red). Saya kira walaupun dari provinsi gak ada ijin, ” tegasnya.

Dari pantaian BK News, kondisi situs berantakan. Struktur bata yang terpendam hancur dihantam alat berat. Menurut para aktivis serta registrasi yang telah dilakukan BPCB Jatim, potensi cagar budaya di dalam tanah cukup besar.
Zainollah Ahmad, Ketua Bhattara Saptaprabhu mengungkapkan observasinya.

“Dari pengamatan kami, titik struktur yang sudah diregistrasi hanya tertutup lumpur akibat banjir beberapa minggu sebelumnya. Tetapi, sekitar 10 meter ke utara, bagian yang terpendam sudah rusak berat,” terangnya.
Halil Budiarto, aktivis Mabes Kreatif Besuki juga mengatakan hal yang sama.

“Sesuai Undang-Undang Cagar Budaya No.11 Tahun 2010, situs cagar budaya yang sudah didaftarkan sudah layak diperlakukan sebagai cagar budaya. Ini sudah terdaftar, ya tentu sudah harus dilindungi,” ujarnya.

Dan diharapkan perhatian yang tidak main- main dari pemerintah setempat untuk segera melakukan evakuasi lokasi agar tidak menambah kerusakan dari situs – situs tersebut. Jika masih pembiaran maka rekan-rekan LSM dan rekan jurnalis BKnews akan turut mendampingi informasi dan membawa langsung ke pemerintahan pusat.
(BKnews/WR/A.sdu)

loading...