Beranda DAERAH Unit Reskrim  Bontomarannu  Bongkar  Aksi Curnak Di Gowa

Unit Reskrim  Bontomarannu  Bongkar  Aksi Curnak Di Gowa

51
BERBAGI

Aparat Polsek Bontomarannu (Bomar) yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Ipda Nurman, SH. dan Ipda P Malelak, SH., MH. dengan sigap menemukan mata rantai kasus curnak (Pencurian Ternak) dan berhasil menangkap 4 orang pelaku yang melancarkan aksinya di daerah Gowa.

Tersangkah melakukan pencurian 2 ekor sapi yakni 1 ekor betina dan 1 ekor jantan disamping Lapangan Tembak Rindam XIV Hasanuddin Pakato.

3 orang pelaku merupakan komplotan pencuri ternak yang menjadi eksekutor dalam kasus ini dan 1 orang pelaku merupakan penadah yang menjajahkankan hewan ternak kepasar-pasar tradisional dengan patokan harga normal

Sebelum menangkap keempat pelaku, polisi meringkus Kamaruddin (26) dirumahnya yang berada di Je’nemadinging Desa Kampili Kecematan Pallangga Kabupaten Gowa, Selasa, (30/1/2018).

Setelah itu petugas mencari keberadaan pelaku lainnya, dengan melakuan pemgembangan petugas berhasil menangkap tiga orang pelaku, yakni Supriadi (31), Agus (20) yang merupakan rekan dari Kamaruddin dan Muhammad Rustam(30) yang merupakan penadah hasil sapi curian ketiga pelaku.

Para pelaku yang berperan sebagai eksekutor dengan menunggu saat yang tepat ketika ternak tidak dalam pengawasan korbannya, pelaku melancarkan aksinya ketika sapi ditambatkan dilapangan. Kemudain pelaku menghubungi sang penada untuk diangkut

“Sapi ini ketika berada di TKP dituntun oleh sang pelaku dengan jarak sekitar 3 Km dari titik ambil untuk kemudian disembeli agar sapi tidak berontak , setelah sapi mati maka para palaku memanggil penada. dengan membawa mobil sipenada kemudian memasukkan sapi kedalam mobil dan menyembeli di rumah pelaku penada yang berada di sekitar Somba Opu” kata Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silotonga, saat menggelar Press realiase di Mapolsek Bontomarannu, rabu (31/1/2018) siang.

Pada saat penunjukan TKP keempat pelaku memberontak dan berusaha kabur sehingga petugas memberikan tembakan peringatan berturut-turut 3 kali keudara namun para pelaku tetap melarikan diri sehingga petugas memberikan tindakan tegas.

Wartawan Bknews/kd.com ikut meninjau barang bukti yang digunakan dari aksi curnak bersama para petugas lainnya, adapun yang menjadi barang bukti berupa 1(satu) unit mobil Toyota/Avansa yang di gunakan penada, sedangkan sapi hasil curian telah di jual di pasar Sungguminsa dengan mengedar kebeberapa kios yang ada dipasar tersebut oleh penada.

Dari pengakuan pelaku terdapat keuntungan ekonomi bagi para pelaku, dimana eksekutor mendapatkan 10 juta rupiah yang kemudian di bagi tiga, sehinga mereka memperoleh masing-masing 3 juta rupiah, dan dengan menjual sapi yang sudah dipotong penadah memperoleh peningkatan keuntungan sebesar 15 juta rupiah.

Dari aksi kriminal ini shinto mendorong bagi korban-korban untuk bisa melakukan pembuatan laporan kepolisi sehingga memberikan efek berlapis pada pelaku dengan menampilkan TKP lainnya sehingga mereka mendapat hukuman yang maksimal.

Untuk memberikan efek jerah kepada pelaku maka ketiga pelaku pencurian tenak ini akan dikenakan pasal 363 pencurian dengan pemberatan minimal 7 tahun, sedangkan satu orang pelaku sebagai penadah akan dikenakan pasal 480 dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. (Bknews/KD.com/Wdy)

loading...